Sejarah Desa

  • Dibaca: 963 Pengunjung

Berdasar penuturan Orang Tua (Pengelingsir Bhs Bali), bahwa nama Sampalan  berasal dari kata Sampalas(Sangpalas) yang artinya bagian/wilayah yang terpisah .

Hal tersebut diatas diperkuat dengan penemuan Prasasti Perunggu bertahun caka 994 atau 1072 masehi yang tersimpan di Pura Pemerajan Raja Purana Banjar Senggoan Klungkung.

Diutarakan bahwa  masyarakat yang ada diwilayah sungai Rara (Sungai Unda Sekarang) bersama sama menghadap kepada Raja Cri anak wungsu dalem bersujud dan memohon untuk membuat tanah pertanian / sawah (mabakin) atas berkenan dan atas ijin beliau , kemudian masyarakat membendung  serta mengalirkan sungai itu kesebelah barat (maksudnya sebelah barat desa kamasan dan gelgel sekarang ) dengan prassasti tersebut diuraikan juga desa-desa yang diairi.

Kemudian sekitar abad ke 12 terjadilah banjir besar yang menyebabkan sungai unda bergeser  ke timur, peristiwa ini mengakibatkan suatu wilayah yaitu desa sirug (banjar Siku sekarang yang menjadi wilayah kamasan ) terpotong/terpisah menjadi dua bagian/wilayah dengan demikian maka bagian timur palas/terpotong disebut sampalas, yang selanjutnya lama kelamaan wilayah tersebut bernama desa Sampalan.

Kemukinan ini diperkuat oleh kenyataan ,bahwa sebagian masyarakat  banjar siku sampai sekarang masih dalam kesatuan ke Pura Dalem Kenangga di Wilayah Desa Sampalan Tengah sekarang.

Dengan adanya perkembangan dan perubahan dalam sistem pemerintahan maka desa sampalan dimekarkan menjadi 3 (Tiga) Desa Administrasi yaitu : Desa Sampalan Klod, Desa Sampalan Tengah, Desa Sampalan Kaler (Paksebali sekarang)

Desa Sampalan Tengah yang merupakan Desa Administrasi di dukung oleh 3 (Tiga) Dusun/Banjar :

-          Dusun/Br.Papaan

-          Dusun/Br. Jabon

-          Dusun/Br. Pakel

Semua nama Dusun diatas disesuaikan dengan nama tumbuhan / ciri yang ada pada tumbuhan yang pernah tumbuh di sekitar atau dihalaman Dusun/Banjar, serta khusus untuk Dusun Papaan dulunya Namanya Pahpahan yang artinya Pembagian, dan lama – lama terjadi perubahan penyebutan sehingga menjadi Papaan seperti sekarang ini. 

  • Dibaca: 963 Pengunjung